Jumat, Desember 20

Alat-alat pengukur cuaca dan iklim



1. Termometer Dinding


Termometer dindin berfungsi untuk mengukur suhu udara yang memiliki kemampuan ukur antara -18°C sampai dengan 50°C. Alat ini bekerja secara otomatis mengikuti besar atau kecilnya temperatur udara dan dapat diukur dalam skala Celcius maupun skala Fahrenheit.

2. Termometer Maksimum-Minimum


Termometer Maksimum-Minimum berfungsi untuk mengukur suhu udara terendah dan tertinggi pada suatu tempat dengan satuan derajat. Alat ini bekerja secara otomatis menyesuaikan besar atau kecilnya temperatur udara. Namun, untuk dapat menggunakan alat ini harus menetralkan jarum jam terlebih dahulu.

3. Termometer Bola Basah-Bola Kering


Termometer Bola Basah-Bola Kering berfungsi untuk mengukur kelembaban nisbi udara di suatu tempat dan waktu tertentu yang dinyatakan dengan persen (%). Penggunaan alat ini antara lain dengan mengukur selisih temperatur udara di komponen bola basah dengan komponen bola kering, kemudian dikocokkan pada tabel selisih angka, sehingga didapat kelembaban relatif udara.

4. Barometer Aneroid


Barometer aneroid berfungsi untuk mengukur tekanan udara di suatu tempat secara otomatis dengan satuan milibar (mb). Besar atau kecilnya tekanan udara suatu daerah dihitung berdasarkan selisih antara kedua jarum di barometer (umumnya jarum hitam dan jarum kunig).

5. Altimeter


Altimeter befungsi untuk mengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut secara otomatis dengan satuan meter atau kaki (feet). Altimeter bekerja secara otomatis dan bekerja ganda, yaitu terlihat dari bergeraknya jarum yang dapat mengukur ketinggian tempat sekaligus tekanan udaranya.

6. Anemometer


Anemometer berfungsi untuk mengukur kecepatan angin di suatu tempat secara otomatis dengan satuan meter per detik. Pengukuran dapat dilakukan dengan memegang anemometer secara vertikal atau meletakannya di atas penyangga. Angka kecepatan angin ditunjukkan secara otomatis pada speedometer.

7. Higrometer


Higrometer berfungsi untuk mengukur kelembaban nisbi di suatu tempat secara otomatis atau dapat mencatat sendiri dengan satuan persen. Alat ini bekerja secara otomatis membentuk grafik yang menggambarkan besar atau kecilnya kelembaban udara selama pengamatan.

8. Ombrometer Tipe Observatorium dan Tipe Hellman


Ombrometer berfungsi untuk mengukur curah hujan di suatu tempat dengan satuan milimeter (mm). Air hujan yang tertampung di dalam bak dapat diukur melalui gelas ukur (ombrometer tipe observatorium) atau secara otomaits diukur melalui goresan pena tinta pada kertas pias yang membentuk grafik besar atau kecilnya curah hujan (ombrometer tipe hellman).

9. pH meter (pH Tester)


PH meter berfungsi untuk mengukur pH air hujan di suatu tempat dengan satuan derajat keasaman. Setelah diukur, air hujan tersebut dapat diketahui apakah sifatnya netral, asam, atau basa. Jika jarum pada pH meter menunjukkan kurang dari 5,4 berarti air hujan tersebut bersifat asam. Jika jarum pada pH meter menunjukkan lebih dari angka 7 maka air hujan tersebut bersifat basa.

10. Alat Bantu Penunjuk Arah Angin


Arah angin sangat penting dipelajari untuk kepentingan manusia. Data arah angin diperlukan untuk penerbangan, pelayaran, perikanan, pertanian sampai pada pelaksanaan program hujan buatan. Alat untuk mengetahui arah angin secara sederhana adalah kantong angin (gada-gada) dan layang-layang. Selain petunjuk arah angin sederhana, terdapat pula petunjuk arah angin yang modern, yaitu baling-baling angin.

Alat-alat pengukur cuaca dan iklim Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Nurul Hidayat

0 komentar:

Posting Komentar