Selasa, Januari 31

Kata-kata mutiara/bijak islami


Kata-kata mutiara/bijak islami, Islam merupakan agama yang sempurna, mengatur segala segi kehidupan mulai dari kebiasaan sehari-hari, tingkah laku, adab, ibadah sampai ke sistem pemerintahan yang disebut khilafah. Berikut kata mutiara/bijak islami yang telah admin rangkum,


Meskipun jarak antara dirimu dan Tuhanmu kian bertambah jauh, ingatlah bahwa Dia tidak pernah meninggalkan hambaNya.

Jangan pernah menghianati seseorang yang mempercayaimu meskipun mereka menghianatimu.

Jangan menyalahkan orang lain karena kekecewaanmu. Salahkanlah dirimu karena terlalu berharap lebih pada orang lain.

Keimanan memiliki empat pilar : kesabaran, kepastian, keadilan, dan perjuangan.

Ketika kamu berada dalam masalah yang berat, jangan mengatakan wahai Tuhan masalahku sangatlah besar, tapi katakanlah wahai masalah aku memiliki Tuhan yang Maha Besar.

Jika kamu bahagia bersykurlah, jika kamu sengsara berdoalah, jika kamu kesepian beribadahlah, jika kamu kesulitan percayalah akan keberadaan Tuhan.

Jika masalahmu sebesar kapal, jangan pernah lupa bahwa kasih sayang Allah sebesar samudera.

Pemberian terbesar yang bisa kamu berikan untuk orang lain adalah waktu.

Ketika kamu mendapatkan sedikit, kamu menginginkan lebih. Ketika kamu mendapatkan lebih, kamu menginginkan yang lebih banyak lagi. Namun ketika kamu kehilangannya, kamu kemudian menyadari bahwa sedikit saja ternyata sudah sangat cukup.

Sesungguhnya kebenaran dapat menjadi lemah karena perselisihan dan perpecahan dan kebathilan, sebaliknya dapat menjadi kuat dengan persatuan dan kekompakan. 

Tidak diterima ucapan tanpa perbuatan, tidak akan lurus (benar) ucapan dan perbuatan tanpa niat, dan tidak lurus (benar) ucapan, perbuatan dan niat, kecuali dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Tidak perlu membakar selimut yang baru hanya karena seekor kutu, begitu pula aku tidak perlu membuang muka darimu hanya karena kesalahan yang sesungguhnya tidak berarti.

Diantara tanda seseorang mengikuti hawa nafsu adalah bersegera melakukan amaliyah-amaliyah yang sunnah namun malas untuk menegakkan yang bersifat wajib.

Wahai hati, kembalilah kepada sejatimu, karena jauh di dalam dirimu, engkau akan menemukan jalan menuju tuhan yang tercinta.

Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup.

Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan Allah sebagai tujuan hidup.

Jika hanya sebatas keluar dari lisan, niscaya hanya akan sampai ke telinga. Namun, jika yang keluar dari hati niscaya akan sampai ke hati.

Sanjungan orang lain yang ditujukan kepadamu, itu karena indahnya penutup Allah yang ada padamu atas aibmu.

Karena cinta semua yang pahit akan menjadi manis. Karena cinta tembaga akan menjadi emas. Karena cinta sampah menjadi jernih. Karena cinta yang mati akan menjadi hidup dan karena cinta yang raja akan menjadi budak.

Kesabaran itu bermahkota keimanan. Orang yang kehilangan kesabarannya sama dengan tidak beriman. Nabi bersabda bahwa allah tidak memberikan iman kepada orang yang bersifat pemarah. 

Karena surga berada di atas sedangkan neraka letaknya di bawah, maka dibutuhkan perjuangan untuk mendaki mencapai surga.

Jika kamu berjalan atas petunjuk manusia maka akan kamu temukan keputusasaan, tapi jika kamu berjalan di atas petunjuk Allah maka akan kau temukan harapan yang tanpa batas.

Kegagalan adalah semacam kesempatan untuk memulai lagi dengan langkah yang lebih optimis.

Tuhan tidak pernah memberikan penolakan, melainkan arahan dan penerangan ke jalan yang lurus.

Kesempatan itu ibarat es. Jika kamu menginginkan lebih banyak lagi, maka yang ada akan segera meleleh.

Ketika kamu berada di bawah cahaya, segala sesuatu akan mengikutimu. Namun ketika kamu berada dalam kegelapan, bahkan bayangan pun akan meninggalkanmu.

Demikian kata-kata mutiara/bijak islami yang semoga bisa bermanfaat bagi jasmani dan rohani kita.

Kata-kata mutiara/bijak islami Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Nurul Hidayat

0 komentar:

Posting Komentar